Episode Kekejaman Israel # 1

“Kado Tahun Baru”

untuk Palestina

anak-palestina-korban-israel1

27 Desember 2008

Sore di Jalur Gaza, ketika mentari di ufuk barat. Anak-anak bergegas pulang ke rumah. Setelah sehari bergelut dengan pelajaran sekolah. Berlari membawa tas ransel berisi buku dan alat tulis. Hati gembira menyambut masa depan baru. Karena tahun baru segera tiba. Tahun baru hijriyah 1430 dimulai. Namun suara bising tiba-tiba hadir mengusik telinga. Jantung berdegub kencang. Masa depan serasa suram di kening.

Jet-jet tempur Israel mengepakkan sayap kepongahan. Membawa puluhan misil kekejaman. Jerit tangis dan lumuran darah hadir seketika. Bangunan-bangunan luluh bersama api. Asap mengepul, terbang mengotori biru langit jalur Gaza. “Kado tahun baru”, kawan. Untuk anak-anak Islam di Palestina.

Episode kekejaman betul-betu telah dimulai. Pria-wanita, tua-muda, berlarian menyelamatkan diri. Mengusung raga tanpa nyawa. Bersimbah darah memar-luka di sekujur tubuh. Menengok jasad saudara di antara reruntuhan bangunan. Sirine ambulan berlalu lalang, membawa harapan untuk tetap hidup walau sejenak. Jantung kritis dipompa sekuat tenaga. Tim media tak putus asa. Selang-selang oksigen menelisik rongga paru-paru. Agar nafas terus mengalir. Meski kuasa tetap di tangan-Nya. Mati-hidup tak dapat diminta. Ajal tetap menjelang, penuh kehormatan. Wangi semerbak aroma surga sungguh kian dekat.

28, 29, 30, 31 Desember 2008

Tidak penting arti tanggal itu. Tapi, benar adanya Desember menjadi kelabu. Gelap mata tentara Israel. Hati tanpa jiwa, karena iman tak pernah ada. Sesat di jalan, sejak dulu kala hingga kiamat tiba. Mengabdikan diri di tirani setan. Bergembira di atas penderitaan. Angka 375 jumlah penduduk tewas selama empat hari. Belum cukup bagi mereka, kawan. Itu baru awal saja. Sebelum rakyat Palestina serahkan Gaza ke elite pemerintah Israel.

Hujan bom di jalur Gaza belum cukup, kawan. The Dignity pun dihajar di tengah laut. Tatkala hendak menerobos blokade penjagaan Israel di Laut Tengah. Sekedar membawa bantuan medis seberat tiga setengah ton. Lautan internasional pun tak dihiraukan. Justru tembakan peringatan diberikan. Free Gaza Movement, sebuah LSM peduli Gaza gagal telak menyentuh tanah Palestina. Sekedar memberi bantuan medis, tidak lebih. Kepongahan tetap kepongahan. Duri dalam telah menancap. Iblis pun lari. Karena Isarel lebih kejam dari iblis. The Dignity pulang dengan kerusakan.

Lautan demonstrasi bergelombang di belahan dunia. Dari ujung timur sampai ujung barat. Umat Islam bersuara Lantang. Negeri-negeri kering di Afrika. Negeri-negeri padang pasir. Negeri hijau dan kaya alam. Satu suara. Bebaskan Palestina. Kutuk keras kekejaman Israel.

Obama, Mr President

Where your promise?

Israel launches air strikes on Gaza, over 200 dead, Where are you? Are you Scooby Doo?

by andy krisna

2 Balasan ke

  1. Abu Yaya mengatakan:

    Ketika Shahd kecil bermain di belakang rumahnya, di Jabaliya utara Jalur Gaza, tentara israel menembaknya hingga bersimbah darah. Ketika orang tuanya akan mengambil jasad Shahd, pasukan israel menghujani mereka dengan peluru dari kejauhan, sehingga tidak dapat meraih tubuh mungil tersebut. Dan selama 5 hari berikutnya jasad gadis balita tersebut telah terkoyak-koyak dirobek oleh anjing yang dilepas oleh tentara israel yang kelaparan. “Anjing tersebut tidak menyisakan satu bagian tubuhpun dari tubuh anak kecil tersebut”‘ kata Abu Aukal. Apakah itu perbuatan yang manusiawi? bahkan binatang pun tidak akan berbuat demikian. Dan haruskah itu membuat kita akan tetap berpangku tangan menyaksikan peristiwa tersebut? mudah-mudahan Alloh melindungi saudara-saudar kita di Palestina, memberi kemenangan bagi mereka, menghinakan dan menghancurkan israel Laknatullah, Amin

  2. Abu Yaya1 mengatakan:

    sumber di atas dari http://www.arrahmah.com 15-01-2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: