Perginya Seorang Kader

Assalamu’alaikum wr wb ….

ceritaku

Tanggal 21, jam 6.30 pagi waktu singapura, aku dikejutkan oleh bunyi sms bertubi-tubi.  ternyata sms dari Pak Saiful rashid, Pak Anang, Akh Junaidi, Akh Huda.  Aku terus guyun sama Zaujahku.  Kataku: “Ini klo pagi2 pastinya ada yang meninggal dunia“.  Zaujahku menjawab: “Abang ni Ngawor aje, tak baik, mungkin ada hal yg lebih penting“.  Ternyata bila ku baca satu persatu-satu hampir tidak ku percaya “Telah meninggal dunia kader terbaik Jamalludin Al-Afghani“.  Terasa kesal ucapanku tadi, mau ku ambil kembali kata-kataku, namun ku sedar tiada siapa yang boleh merubah Qada’ dan Qadar Allah swt.

Terus ku terbayang kata-kata Pak Jamal pada malam 13 November di Al-Maun. Kata beliau “Di tengah-tengah kita ada Ustaz Abdul Rahman yang sering menceriakan suasana, kehadiran beliau senantiasa membuat ruh Dakwah hidup”  Sebenarnya tidak benar, suasana antum di Malang yang membuat jiwa dan idea ku berkembang, Imanku hidup ketika berjumpa ikhwah dan adik-adik di Malang.

Pemergian Pak Jamal, benar-benar satu tamparan yang hebat buatku.  Pada tanggal 20 December, jam 9 pagi.  Aku disedarkan oleh Allah swt untuk menelepon Pak Jamal untuk menanyakan kesihatannya. Aku terfikir “Kok Pak Ali bisa aku nelepon dan tanya khabar kambingku masakan tanya khabar kesihatan Ikhwah sendiri gak bisa“.  Aku langsung meneleponnya, tak sangka beliau “Pak Jamal” yg menjawabnya. Kali terakhir dia bilang ” Akh tolong doakan ana, ana sakit dan ana juga barusan dapat anak“.  Aku terus gak bisa menyambung perkataanku menahan sebak di dada (menahan nangis).  Yg aku jawab: ” Pak jamal sabar yah dan ini kafarah dari Allah swt. jangan lupa makan ubat“.

fikiranku melayang, dan teringatkan pertemuan pada tanggal 11 November di Hotel Umm, ana, Pak Jamal dan Pak Zein kita ketemu atas nama Ikhwahfillah dan Dakwah.  Kami sarapan bersama dan aku sempat guyun dan menyatakan: ” Kok Calon No1 dan No2 pesakit semuanya” Pak Jamal dgn semangatnya kata: “Ana sudah sihat sekarang“.  Pak Zein tersenyum aja. Pertemuan kami sangat bermakna sekali, beberapa isu dan solusi kita bincangkan. Perbicaraan kami hampir 3 jam.  Aku senang bersama mereka.  Setelah Pak Zein pulang. Aku bersama Pak jamal sahaja, aku ajak beliau ke “Bakso enak” dan kami makan sambil ngobrol. Waduh!!! Topiknya Dakwah juga. Dalam perjalanan ke Hotel UMM, yang kita ngobrol Dakwah juga. Pokoknya Dakwah terus yang keluar dari mulutnya. Salah satu katanya: “Siapa yang sanggup pikul beban dakwah di Pujon. Sebab ana juga diamanahkan di Karang ploso”  Aku diam aja. Tapi pada hari ini ana lihat ada Hikmahnya. Dia akan pergi buat selama-lamanya sedangkan beban dakwah masih diatasnya.  Siapakah penerus Dakwah ini?  Kalau bukan antum

Ikhtibar

Inilah sosok contoh selain Almarhum Pak Kiyai Rahmat Abdullah yg boleh kita contohi, beliau senantiasa mau buat yg terbaik untuk Jemaah walaupun beliau sedari bahwa beliau tidak mampu. Beliau selalu menggangap dirinya bukan Asatizah malah apabila bicara kayak halilintar di langit, sungguh berhikmah dan berwawasan.

Kenangan Manis

Ketika ana mengadakan Majlis perpisahan pada tahun 2006 di Al-Maun.  Ku lihat Pak Jamal sempat menangis dan mendakapku sekuat-kuatnya.  Katanya: “ana akan kangen sama antum” sambil guyun: “Ana kok gak diberi peluang buat ucapan untuk antum
Yang kedua- Beliau sanggup membeli barang-barang elektronik ana semata-mata untuk kenangan manis dgn ana.

Doa

Ya Allah sesungguhnya hati-hati ini telah bersatu dalam rangka Dakwah dan cinta kepadaMu. Ya Allah aku redha Akh Jamal menjadi sahabatku Dunia dan Akhirat.  Ya Allah kau ampunilah dosa-dosanya baik yg sengaja maupun tidak, Ya Allah redhailah sepanjang kehidupannya, kerana kami merasa kehilangan beliau dalam nauganMu untuk mengerjakan dakwah ini. Selamatkanlah dia di Akhirat serta keluarganya di Dunia”  Amin ya Allah

Uhibbukum Fillah
Abdul Rahman bin Abdul Aziz
Singapore

7 Balasan ke Perginya Seorang Kader

  1. abu hilmi mengatakan:

    ikhwati fillah ……………
    Rasulullah saw pernah bersabda dalam salah satu riwayatnya : perbanyaklah mengingat kematian ….orang yang cerdas sesungguhnya orang yang senantiasa mengingat kematian dan mempersiapkan bekal untuk suatu perjalanan yang kekal….
    wahai diri …sekian banyak kematian yang terjadi disekitarmu, sudahkah istirja inna lillahi wa inna ilaihi rajiun yang terucap benar-benar menghujam dalam hati. sesungguhnya semuanya adalah milik Allah dan hanya kepadanya kita kembali.
    ya ikhwatal iman …belumkah cukup kematian-kematian yang terjadi disekitar kita menggetarkan hati iman kita sehingga tidak ada lagi kesombongan keangkuhan untuk tidak “sujud pada Allah swt ” di setiap detik kehidupan ini, dimana saja dan kapan saja…
    Wahai diri …tidakkah sudah cukup peristiwa kematian demi kematian yang terjadi setiap saat disekitar kita MENYADARKAN kita bahwa kematian yang sama juga akan menemui kita, siap tidak siap, mau tidak mau,…lalu mengapa kita masih tidak menyiapkan bekal…dan sebaik-baik bekal kematian adalah taqwa …lalu apakah taqwa di dada ini masih bercampur dengan ujub bi nafsi, riya’, sum’ah, su’udzon, hasad ataupun GHILL terhadap saudara kita sendiri …naudzubillah min dzalik …
    Ya Allah Ilahi rabbi …sesungguhnya segalanya adalah milikMu dan akan kembali padaMu…inna lillahi wa inna ilaihi rajiun …

  2. iwanmalik mengatakan:

    Turut berduka,
    Semoga segala amal ibadahnya diterima oleh Allah.

    http://iwanmalik.wordpress.com

  3. Choirul Asyhar mengatakan:

    Innalillahi wa inna ilaihi ra’jiun.

    Indahnya jika seseorang meninggal dengan kenangan indah demi menguatkan da’wah Islam.

    Semoga khusnul khatimah.

    Allahummaghfirlahu warhamhu, wa’afihi wa’fu ‘anhu.
    Wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu.

    Choirul
    http://pks-dpc-citi.blogspot.com

  4. heri mengatakan:

    ah Ustadz Abdurrahman menulis di sini rupanya

  5. Denny mengatakan:

    ….Ana kenal Akh Jamal..sejak 1995…sering maen bola bareng bersama ikhwah di Malang….Semoga Allah menerima amal baiknya dan menghapuskan dosa-dosanya..Amieen…

  6. Abu 'Umayr mengatakan:

    …. Allahu Akbar, ana masih merinduinya. Ya Allah, ketemukan kami di SyurgaMu. Izinkanlah ….. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: