Innalillahi wainna ilaihi roji’un, ust kita, saudara kita, pejuang dakwah kita, Ust Jamaludin Al-Afghoni, ST, telah berpulang ke Rahmatullah jam 3 dini hari, waktu tulisan ini dibuat, di rumah Tegalgondo Kabupaten Malang.
Terlahir di Kabupaten Bojonegoro, 1 Juli 1975, semasa hidup beliau dikenal sebagai pegiat dakwah. Eksistensi dalam mengembangkan wilayah dakwah patut diteladani. Dimulai sejak masih menjadi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang, Ust Jamal telah terlibat secara aktif dalam kegiatan Lembaga Dakwah Kampus JMAF. Pernah memegang amanah sebagai mentor dakwah sekolah yang dikelola PKS. Jabatan terakhir sebelum meninggal, memangku amanah Kawilda Dapil 7 Kabupaten Malang. Daerah Pemilihan 7 terdiri enam kecamatan dengan wilayah cukup luas. beliau sebetulnya juga dicalonkan oleh PKS sebagai Calon Legislatif No. urut 1 untuk Dapil 7 Kabupaten Malang.
Menjelang wafat beliau masih sempat memikirkan agenda dakwah di dapil 7. Termasuk mengikuti perkembangan situasi politik yang sudah mulai memanas menjelang 2009. Para kader PKS Kabupaten Malang serta orang yang pernah mengenalnya, merasa bersyukur bisa bertemu dan bekerjasama di medan dakwah. Lebih-lebih bagi seorang istri, selama hidup mendampingi dalam keadaan susah dan lapang. Meskipun sang istri, Emi Noor Rohmi, S.Sos, belum menerima kabar bahwa sang suami tercinta telah meninggal setelah beberapa bulan melawan penyakit kornis. Sekali lagi, pada saat tulisan ini dibuat. Sengaja tidak diberitahukan, mengingat pertimbangan psikis istri. Sehari sebelum ust Jamal meninggal tepatnya hari Jum’at, hari penuh berkah dalam satu minggu, sang istri melahirkan seorang bayi keempat perempuan melalui operasi caesar. Praktis dengan tubuh yang letih, dikhwatirkan tidak siap menerima kabar buruk.
Ust Jamal meninggalkan empat buah hati. Mulai dari anak pertama laki-laki, M Azka Al-fatih, Azka merupakan icon bisnis bergerak di jual beli komputer, dibangun ust Jamal untuk menafkahi kehidupan keluarga. Anak kedua seorang perempuan Nida Aida Fitriya. Anak ketiga perempuan Nuha Aida Slsabila. Anak terakhir yang baru lahir sebelum sang ayah meninggal, entah siapa namanya.

Seluruh ikhwah di bumi Allah mendo’akan kepergian sang ustadz. Semoga Allah menerima seluruh amalan baik dan memaafkan segala kehilafan. Usia kehidupan tetap rahasia Allah Swt. Tak seorang pun tahu hatta itu seorang Nabi atau Rasul. Lebih utama adalah mempersiapakan bekal kebaikan, sebelum ajal menjelang.
Ada sepotong kalimat terakhir yang sempat penulis rekam dalam file biodata untuk pembuatan film caleg…
“…jangan pernah merasa kalah dalam pertarungan hidup ini…”
(dari mutarobbi untuk murobbi tercinta, Ust Jamaludin Al-Afgani)



Minggu, 21 Desember, 2008 pukul 16.30 |
Segenap tim media menucapkan innalillahi wainnlillahi roji’un, semoga Allah menerima segala amal kebaikan, dan memaafkan segala kekhilafan
Selasa, 11 Agustus, 2009 pukul 16.30 |
innalillahi wainnlillahi roji’un, semoga Allah menerima segala amal ibadahnya, dan memaafkan segala kekhilafan.
Senin, 22 Desember, 2008 pukul 16.30 |
Semoga Allah memberikan tempat terbaiknya di sisi Allah SWT dan menerima semua amal ibadahnya. Semoga mbak emi diberikan ketabahan, kesabaran dan keikhlasan untuk bisa menerima ujian dari Allah ini, dan diberikan kekuatan untuk bisa melanjutkan peran sebagai seorang ayah+bunda bagi keempat putra putrinya. Amiin..
Rabu, 24 Desember, 2008 pukul 16.30 |
Air mata tak tertahankan saat mengingat kenangan bersama beliau,
Sahabat sekaligus QIyadah aku cintai di jalan ALLAH.
Untaian doa saja lah yang saat ini dapat kita persembahkan bagi beliau, serta keluarga yang di tinggalkan..
Selamat jalan …..
Smoga Allah sll merahmatimu…
Sabtu, 27 Desember, 2008 pukul 16.30 |
Akhi fillah saudaraku …Allah menjadi saksi kebaikan-kebaikan antum.
Ya Allah ilahi rabbbi …semoga engkau menerima semua amal sholeh ibadah dan mengampuni semua dosa khilaf dan lalai.
Ya Allah ya ilahi rabbi …. matikan kami dalam syahid di jalan-Mu..
Senin, 29 Desember, 2008 pukul 16.30 |
Mata menangis sedih kehilangan lagi qiyadah dan aktifis da’wah…
Mata menangis gembira melepas kepergiannya dengan prestasi da’wah
Insya Allah mendapatkan balasan yang berlimpah di surga-Nya kelak.
Semoga ikhwah yang ditinggalkan dapat melanjutkan “pertarungan hidup” ini dan tak pernah menyerah seperti pesannya…
Allahummaghfirlahu war hamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu.
Choirul Asyhar
DPC Cikarang Timur, Kab. Bekasi
Kamis, 1 Januari, 2009 pukul 16.30 |
Y rabb…terima semua amal kebaikan beliau…serta berilah kelapangan dan keikhlasan bagi keluarganya.. amin..
kami dari tim sukses PKS dapil 7 sangat kehilangan belau, semoga ini dapat di ambil hikmahnya
Kamis, 8 Januari, 2009 pukul 16.30 |
Innalillahi wainna ilaihi rajiuun.
Semoga Allah mengampuni semua dosa2nya, menerima amal2nya dan ,mendapatkan jannah-Nya. Aamiin.
Salam,
Ahmad Saikhudin
DPW PKS Kepri
Minggu, 11 Januari, 2009 pukul 16.30 |
kita sangat kehilangan salah satu kader da’wah kita. mudah-mudahan beliau meraih gelar syuhada di mata Alloh. dan menjadi motifasi bagi kita untuk lebih giat dalam medan da’wah ini . dan mudah-mudahan Allah SWT selalu melimpahkan rahmat baginya. dan yang ditinggalkan diberi ketabahan dan mendapat pengganti yang baik, Insya Alloh ALLOHU AKBAR!!!!!!!!!!!!
Rabu, 18 Februari, 2009 pukul 16.30 |
innalillahi wa inna ilaihi rojiun
turut berduka cita atas kepulangan akh jamal ke haribaan-Nya
saya jadi inget duluuu .. waktu kita masih kuliah sering maen bola bareng
Jumat, 13 Maret, 2009 pukul 16.30 |
innalillahi wainna ilaihi rojiun
semoga Allah memberikan tempat terbaik disisiNYA,
mb emi dan adik2 semoga diberi kesabaran
Sabtu, 18 April, 2009 pukul 16.30 |
innalillahi wainna ilaihi rojiun
semoga Allah memberikan tempat terbaik disisiNYA, dan smoga ada Ustad-Ust Jamaludin lagi sebagai penerus perjuangan kita ! amin